Hari terasa begitu cepat berlalu, hari ini sudah Jumat, artinya besok Sabtu, libur.
Asyik, gua bisa santai sejenak, bisa nonton dvd yang sudah lama menggunung dalam laciku, teriak Chessa dalam hati.
“Chessa, jangan lupa ya, I want to keep your passionate dream dalam bentuk cerita yang hot dan seru. Ga boleh pulang kalo belum selesai”.
Jack menghampiri meja Chessa, Jack membuyarkan lamuran Chessa.
Gua tahu Jack pasti tidak akan menyia-sia kan kesempatan ini. Dia pasti paham angin surga yang kuberikan padanya, gua juga membaca pikiranmu, emang enak gua berlagak pilon selama ini, guman Chessa dalam hati.
Chessa sebenarnya bisa menangkap makna tersembunyi dalam gurauan Jack yang sudah berkali-kali menebarkan jala dating invitation, namunnya sayangnya dia tidak terang-terangan, entah dia tidak begitu berani atau tidak begitu tertarik, Chessa merasa mungkin dirinya bukan style yang diinginkan oleh Jack.
Rasanya gua emang tertarik dengan pria satu ini, Jack emang asyik orangnya, tampang Ok, penampilan keren, kulitnya juga putih bersih ditambah dengan giginya yang rapi membuat senyumnya semakin renyah (potatoes chips kali…)
“Eit…jangan mendekat dulu, gua ga bisa konsentrasi menulis kalo didekati apalagi dipelototi.”
Gurau Chessa kepada Jack.
Chessa sebenarnya udah geregetan setengah mati, tapi sebagai kaum hawa rasanya dia harus pura-pura jual mahal sedikit, maklumlah emang dia lebih suka sedikit dipaksa, katanya sih lebih seru …..
Chessa sedang membayangkan bagaimana rasanya dapat vitamin C dan D dari Jack.
Vitamin C dan D yang dimaksud disini bukan vitamin sungguhan yang bisa dibeli di apotik tapi vitamin dalam Komedi Nakal, “Vitamin Cium dan Dipeluk” gituz loh…ha..ha..
Ah tarik ulur waktu emang fun, lebih fun dari tarik ulur benang layangan.
Pokoknya gua harus bikin dia panas dingin, gua harus bikin dia mabok kepayang dulu.
Sepertinya suasana kantor mengerti akan gejolaak asmara Chessa and Jack, ruangan sudah sepi, hari ini emang banyak yang tidak ngantor, Jumat gituz loh, ya pada madol lah.
Tanpa disadari Jack sudah berdiri dibelakang kursi Chessa, tangannya yang kekar mendarat di pundak Chessa, dari bahu perlahan tapi pasti turun ke dua bukit indah Chessa, bibirnya yang hangat mulai menempel di telinga Chessa, lidah hangatnya bermain di leher, halus dan hangat membangkitkan birahi yang terlarang.
Chessa sudah kehilangan akal sadarnya, dia begitu menikmati belaian dan cumbuan Jack. Chessa yang uncontrollable tidak mungkin bisa menulis lagi, sebaliknya dia siap menerkam balik Jack.
Chessa tidak menghiraukan lagi seribu rayuan Jack yang sudah basi, dia sudah tahu apa yang diinginkan Jack.
Entah bagaimana Chessa telah duduk dipangkuan Jack dan ciuman maut pun terjadi antara dua insan yang sama-sama terbuai gejolak birahi yang begitu membara.
Oh…oh ciuman Jack begitu dasyat, Chessa benar-benar lumat dalam samudera asmara, lupa akan siapa dirinya dan siap lawannya, Chessa benar-benar sudah sudah insane, dia sudah melupakan doa yang dipanjatkan tiap hari sebelum berangkat kerja.
“Tuhan jauhkan aku dari godaan Jack, aku takut padaMu Tuhan, aku tidak ingin jatuh dalam dosa.”
Begitulah doa Chessa setiap harinya. Persetan dengan doa, iblis terus merayu dan berhasil memenangkan hati Chessa yang lemah.
Chessa sungguh tak berdaya, tak kuasa menahan gejolak hatinya. Dari ciuman hingga pelukan semua terasa begitu indah dan nikmat namun harus segera diakhiri karena hari mulai gelap, mereka harus segera pulang sebab ada yang menanti di rumah. Jack mengantari Chessa karena hari akan hujan.
Setiba di rumah Chessa lemas tak berdaya, dia masih membayang-bayangi indahnya cumbuan Jack. Ciuman yang begitu dasyat, rasanya sulit dilenyapkan dari benak Chessa.
“Entah mengapa aku tidak bisa tidur, aku masih merasakan hangatnya bibirmu, lidahmu liar bagaikan ular dalam mulutku, tangan kekarmu meremas dadaku, kau cium dan kau gigit dengan mesra. Jari-jari nakalmu buas bergerilya di hutan belantara dibalik celana silk ku yang tipis. I have no words to say, you fly me to the moon, cumbuanmu meluluh lantakkan tubuh mungilku.
Ciumanmu begitu berkesan, begitu indah, begitu manis di hatiku. I swear to the God, I never have such a hot kiss before.
Aku tak kuasa mengendalikan diri, aku terjerat dalam pesonamu. Aku merasa bukan diriku, aku begitu liar membalas cumbuanmu, dadaku sesak merasakan remasan tanganmu, begitu kuat namun penuh kelembutan, aku tenggelam dan tunduk dalam birahi asmaramu.
Ah Jack, you are marvelous, you are wonderful, you know how to turn me on. Tubuhku semakin lemas tak bertenaga, aku sungguh pasrah, aku tak sanggup menahan badai asmara yang begitu bergolak dan bebas dalam jiwaku.
Ciumanmu jauh lebih indah dari ciuman pertama. Kamu mengundangku untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dasyat, lebih bergelora yang belum pernah aku dapatkan.
Akankah ? haruskan kita dapatkan semua itu ?’
Chessa menuangkan semua curahan hatinya dalam diary dan menyimpannya rapat-rapat. Rahasia ini tidak boleh ada yang tahu, biar kusimpan jadi kenangan manis antara aku dan Jack.